29th November 2020

Abray ; Jiwa Seni Bagaimanapun Masanya Tetap Ada Yang Hidup Di Dalam Yang Hidup

Bandungrayanews.com/Perjalanan Seni Aa Bray Nyak Kitu Tea, Sanes Tukang Seni Tapi Kuli”

Bersama Ikatan Kelarga Alumini Muslimin Kota Bandung. Abray Salah Satu PeLukis Media Tembok (Mural) Di Kampung Bagusrangin – Kota Bandung.

bandungrayanews/Bandung – “Bingung ditaros profil teh”. itulah kalimat rendah hatinya Kang Abray, warga Bagusrangin Kota Bandung, Minggu (23/08/2020) lewat pesan chat medsos whatsup bandungrayanews.com dengan Abray. “memang Abray bukan sekelas seniman yang sudah diakui oleh para kurator seniman. tapi Abray hanyalah pekerja Seni jalanan yang ingin mencurahkan kabisanya (keterampilan) seni di jalanan.

 

Media Streofrom Abray Yang Ada Di Salah Satu Gang Kampung Bagusrangin, Kota Bandung.

kalau diakui karya seni Abray, Alhamdullilah. itu nilai berharga bagi Abray untuk tetap banyak belajar di bidang seni media menggambar dan melukis lewat tembok (mural), Kain, Kertas, Kampas, Kayu, Besi dan lain sebagainya.

Abray. Saat Di Wawancara Stasiun TV Swasta Nasional, Paska Beresnya Kampung Seribu Warna Di Bagusrangin – Kota Bandung. Sekaligus Di Dampingi Kanan : Ketua IKAM Teh Inong. Kiri Abray ; Teh Choent (IKAM) Dan Gito (IKAM).
Abray Di Kampung Seribu Warna Bagusrangin – Kota Bandung Bersama Seniman Personil Bimbo Kang Acil Bimbo.

selain jago ngebentuk streofoam lewat seninya. Abray yang lahir 20 Maret 1979 berpendapat bahwa para pejuang seni menghadapi fenomena pandemic imbasnya sangat terasa.  namun dibalik semua, kata Abray berharap pejuang seni harus tetap menyalurkan hobbynya untuk tetap berkarya dengan skill yang dimiliki.

“yang penting ada rasa puas dari hasil karya seni sendiri”. karena seni tidak akan mati. jiwa seni bagaimanapun masanya dan jamannya tetap ada yang hidup di dalam yang hidup, ungkap Abray berfilosofi tentang seni yang tak akan mati oleh waktu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *