Aneh!! Sudah Meraup Keuntungan Banyak, Baru Meminta Ijin Oprasional Objek Wisata ; Wadaw

Bandungrayanews/Lembang – Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi  objek wisata alam yang lebih dominan. tentunya kepala daerahnya pun memiliki keinginan keras untuk mengembangkan kebanggannya ini menjadi faktor utama pendapatan daerah. tapi bagaimana jika ada salah satu objek wisata di Kabupaten Bandung Barat yang sudah meraup keuntungan besar, tapi sama sekali tidak memiliki ijin. bahkan sudah beroprasional kurang lebih empat tahun lamanya.

objek wisata tersebut adalah Kolam Renang Cipanas Nagrak atau Curug Cipanas Nagrak yang berlokasi antara perbatasan Desa Sukajaya dan Desa Cihideng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. setelah dikonfirmasi oleh bandungrayanews.com, Rabu (05/07/2020) Di Lokasi Kolam renang Cipanas Nagrak yang menerima perwakilan pihak manajemen Deni dan didampingi Dadan selaku Humas Kolam Renang Cipanas Nagrak mengakui memang belum memiliki ijin.

Akui Deni menuturkan bahwa dirinya baru bekerja bulan Januari tahun 2020. kilahnya saya tidak tahu bahwa objek wisata ini belum memiliki ijin. begitu juga, lanjut Deni, saat berbicara dengan owner (Heri) memang belum memiliki ijin. tapi akan memprosesnya setelah mengalami berbagai macam masalah berdirinya objek wisata ini, keluh Deni sekaligus Keponakan Owner yang tinggal di Kopo Kota Bandung.

Deni yang saat ditemui tidak banyak berbicara ini, mempersilahkan media untuk memberitakan kesalahan managemen atau pemilik objek wisata ini. alasan Deni memang ceritanya demikian [belum memiliki ijin], jadi mau bilang apa lagi. kalaupun kami akan menempuh proses ijin tersebut.

Perlu diketahui juga, bela Deni jika tidak ada masalah dengan masyarakat sekitar objek wisata pasti akan dibuatkan ijin secepatnya. dan masalah itu, tambah Deni sedikit-sedikit sudah teratasi dan ada solusi, imbuh Deni membela.

Senada dikatakan Dadan, bahwa pihaknya akan memproses perijinan ini. “alhamdullilah, dengan masyarakat berangsur angsur sudah ada solusi. kalaupun itu belum dituangkan dalam perjanjian kesepakatan, tentang hak manajemen yang sepenuhnya mengelola.

tadinya jika masalah dengan para pemuda yang mengaku mengatasnamakan Tarka Desa selesai akan dilanjutkan dengan para aparat RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Warga), Para Tokoh, Kelurahan dan kantor Desa terkait,  baru naik ke Dinas Pariwisata KBB untuk diketahui Bupati.

“Nah ijin ini baru di tingkat RW dan para tokoh sekitar, tinggal melanjutkan ke Desa Cihideng dan Desa Sukajaya baru dibawa ke dinas dan bupati, itu juga belu tahu lancar atau tidak, tegas Dadan memperkuat pernyaataan Deni.

sementara itu, disekitaran tempat objek wisata ada seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya menceritakan sekilas tentang tanah yang dijadikan objek wisata. “memang tanah ini milik Ko Heri, tapi saat itu tanah ini semak-semak masih tinggi dan tak terurus. berawal ada sekelompok pemuda mengatasnamakan padepokan silat memelihara tempat Ko Heri.

lama ke lamaan, para pemuda ini iseng dengan adanya mata air panas terus berinisisatif membendung air membuat kolam renang dengan ukuran yang tidak begitu besar. akhirnya keenakan dijadikan tempat bermain antar pemuda itu.

tahu dengan kelebihan tanah ini dan adanya kolam renang air panas yang bisa meraup keuntungan. akhirnya Ko Heri mengajak para pemuda tersebut untuk bekerjasama mengelola kolam yang mereka buat untuk dubuka secara umum.

Tak disangka, para tamu ke kolam pun membludak. masyarakat juga diuntungkan dengan parkir dan menjadi pedagang cemilan dan kopi dadakan. waktu berjalan, disayangkan oknum pemuda dan pemilik tanah berseteru ingin memiliki keuntungan yang sama sama memuaskan. “katanya hingga saat ini juga belum beres dengan pemuda tu. bahkan objek wisata ini juga belum memiliki ijin resmi dari Bupati, kalaupun tamu sudah nerima tamu. saya yakin ini sudah berlipat-lipat keuntungan,” terang petani yang tahu percis cerita objek wisata ini.

di lain tempat Bonbon Praktisi Wisata Kota Bandung menyayangngkan adanya praktek owner objek wisata yang sudah meraup keuntungan tapi tidak memiliki ijin usaha wisatanya. “aneh, kenapa bisa begini. bukannya ada yang mengawasi.

Disinggung persoalan hukumnya, Bonbon mempertegas ini sudah pelanggaran berat apapun alasannya. “setelah ada masalah, langsung buat ijin. alesan itu,” ketus Bonbon.

tambah Bonbon, pihak pemerintah KBB harus memberi sanksi tegas agar menutup sementara oprasionalnya. karena itu, bagi pemilik modal objek wisata dimapun wajib memiliki ijin sebelum membuka oprasionalnya. “enak dong, sudah meraup keuntungan baru ijin dilayangkan, hadeuh……parah banget!!!, Kesal Bonbon si pemilik rambut gondrong ini.”

Sekilas Daya Tarik Curug Cipanas Nagrak

berenang di curug cipanas nagrak lembang
Wisatawan bisa berenang di kolam yang terdapat di bawah air terjun. Foto: Google Maps/ Cadil Eka
Sesuai namanya, Curug Cipanas Nagrak merupakan air terjun dengan aliran air panas yang berada di Kampung Nagrak, Lembang. Air panas yang mengalir ini bukanlah air panas buatan, melainkan berasal dari mata air alami yang bersumber dari panas bumi.

Airnya memiliki kandungan belerang yang bermanfaat untuk kesehatan. Kawasan air panas ini juga dilingkupi perbukitan dan perkebunan yang asri dan akan memanjakan mata.

Alam Cantik dan Asri

Kolam berundak
Curug Cipanas Nagrak dengan kolam yang nyaman di lahan berundak – Foto: Google Maps/Jasa Kontraktor Interior Jakarta
Kolam pemandian air panas Curug Cipanas Nagrak berada di tengah kawasan perkebunan milik warga setempat. Meski tidak jauh dari jalan raya dan bisa diakses dari kawasan permukiman, namun lokasinya tersembunyi di balik rimbun pepohonan. Selain itu, letaknya juga agak di bawah dan diapit perbukitan.

Dari area parkir, pengunjung memang masih harus berjalan kaki untuk bisa sampai ke lokasi air terjun. Namun, perjalanan tidak akan terasa melelahkan meski sempit dan berupa jalan setapak tanah. Pemandangan hijau di sekeliling, udara yang sejuk, dipadukan dengan papan petunjuk bernada humoris dijamin akan membangkitkan semangat untuk terus berjalan.

Jalan setapak yang dipercantik dengan barisan tanaman hias akan membawa pengunjung menyeberangi beberapa kali kecil dengan aliran air panas. Jika musim hujan mungkin jalan ini akan cukup sulit untuk dilalui, terutama bagi pengguna kursi roda atau yang mengalami kesulitan berjalan. travelspromo.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *