Hasil Quick Count LSI di Pilkada Kab. Bandung, Dadang Supriatna- Sahrul Gunawan Sementara Unggul

Bandungrayanews.com/

KAB. BANDUNG- Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan hitung cepat di Pilkada Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Jawa Barat, Rabu (9/12/2020). Sekitar pukul 17.58 WIB, dari 100 persen suara yang masuk pada hari-H pencoblosan, pasangan calon bupati dan wakil bupati Bandung nomor urut 3, Dadang Supriatna yang berpasangan dengan artis Sahrul Gunawan, Sementara unggul dalam hasil hitung cepat LSI Denny JA. “Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan 56,53 persen,” kata Ari Nugroho,

Direktur LSI network Holding lewat aplikasi Whatsapp, Rabu sore. Sementara itu, hitung cepat dengan margin of eror 1,00 persen tersebut menunjukan pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1 yakni istri dari Bupati Bandung Dadang Naser, Kurnia Agustina yang berpasangan dengan Usman Sayogi, berada di posisi kedua dengan perolehan suara 30,77 persen.

Ini yang Mereka Lakukan Di posisi paling buncit, pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2, Yena Iskandar Masoem yang berpasangan dengan eks bintang Persib Bandung, Atep Rizal, harus puas dengan perolehan suara 12,70 persen.

Hasil hitung cepat ini bukan hasil resmi, KPU sebagai lembaga resmi  penyelenggara Pilkada akan melakukan rekapitulasi secara berjenjang untik menetapkan pemenang Pilkada Kabupaten Bandung 2020.

Sementara itu, tim pemenangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1 Kurnia Agustina-Usman Sayogi (Nia-Usman) membantah hasil hitung cepat LSI Denny JA yang menunjukan hasil pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan  sebagai pemilik suara terbanyak di Pilkada Kabupaten Bandung.

 “Dari hasil pengumpulan data tabulasi internal kita, pasangan Nia-Usman unggul 53 persen. Tentunya ini nanti kita coba akan pertahankan,” kata Sugianto,

Sugianto menambahkan, data yang dimiliki pihaknya masuk dari laporan-laporan di TPS. “Laporan saksi-saksi ini yang sampai hari ini terus mengalir.

 Ini yang terus kami lakukan untuk pendalaman-pendalaman sehingga kekuarangan-kukarangan mudah-mudahan segera bisa kita tutupi. 53 persen ini tentunya data yang sudah masuk berdasarkan C1 yang sudah diterima oleh kami,” ungkapnya. Sugianto menambahkan, pihaknya optimistis jika hitungan yang mereka lakukan tidak akan berbeda jauh dengan hitungan KPU. Dia pun menganggap wajar jika hasil hitung cepat yang dilakukan lembaga survei berbeda dengan hasil hitung cepat tim Nia-Usman. “Saya pikir wajar-wajar saja. Klaim kemenangan tentu memiliki basis data masing. Kami pun sama memiliki basis data dan dalam posisi unggul. Dan tentu nanti data yang lebih real itu ada di KPU,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *