1st Desember 2020

LSM Pendidikan Noorwangsanegara ; Sesuai Visi Dan Misinya Tidak Mau Masalah Pendidikan Hancur

Bandungrayanews/Bandung – membahas dunia pendidikan sepertinya tidak ada batasnya. Peradaban seiring waktu pun erat kaitannya dengan masalah pendidikan. Bagaimana jika penddikan menjadi pilar utama di sendi kehidupan, tentunya perlu ada perhatian dan peduli terhadap pendidikan.

Seperti kiprah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pendidikan Noorwangsanegara yang diterangkan oleh Dr. Itto Turyandi, M.AP sebagai Ketua Pelaksana Pengukuhan Pengurus DPD  (LSM) Pendidikan Noorwangsanegara Jawa Barat, Rabu (13/07/2020) di Gedung Aula Lantai II Kantor Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Jabar jalan Supratman – Bandung bahwa dalam pendidikan saat ini harus Mengejar ilmu, Menghargai Informasi dan Kuasai Teknologi.

artinya kata Dr. Itto, sampai dimananpun ilmu manfaatnya besar. tanpa mengejar ilmu kehidupan akan kropos bahkan kacau. unuk menghargai informasi. apalagi informasi saat ini sangat mudah didapatkan. tapi tanpa ilmu informasi bisa merugikan. namun semuanya bisa dijalankan dan dimanfaatkan jika ilmu dan informasi kita dapatkan harus menguasai teknologi untuk kemajuan.

disinilah peran masyarakat pada pendidikan. tentunya, lanjut Dr. Itto (LSM) Pendidikan Noorwangsanegara harus berani berperan memposisikan hak pedidikan baik pengajar dan yang diajar lebih sejahtera. bukan hanya sebagai penentang kebijakan pemerintah. tapi kita harus sejajar dengan mereka, ujar Dr. Itto Turyadi di sela sambutannya.

di tempat yang sama Aryanto, SE, MM, Ak, CPA selaku pengurus DPN (Dewan Pengurus Nasional) Pendidikan Noorwangsanegara dan dihadiri Anggota Komisi II DPR RI, Ir. H. Sodiq Mujahid, M.Sc, Pembina DPN LSM Pendidikan Noorwangsanegara Egi Sudjana M.Pd , Gubenur Jawa Barat (HC) H. Ridwan Kamil, S.T, MUD yang diwakilkan Kepala Kesbangpol Jabar Dr. Drs. H. Iip Hidajat, M. Pd,  Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kementrian Dalam Negeri RI, Lutfi T.M.A, M.Si.

Kata Aryanto, SE, MM, Ak, CPA selaku Ketua Umum DPN (Dewan Pengurus Nasional) Pendidikan Noorwangsanegara bahwa pendidikan sangatlah penting dan perlu diperjuangkan bersama. tapi di fenomena pandemic belajarpun harus online karena penyesuaian. namun perlu dipikirkan kapan saat nya belajar tatap muka diberlakukan kembali. jika dibiarkan terus pendidikan akan hancur, tegas aktivis dari Padang ini.

Selain itu, di Jabar bentuk Tim Tugas Pencari Anak Putus Sekolah. dan ajak pemerintah untuk kembali kepada buku sebagai penentu pintar anak sekolah. ditambah para pengajar harus disejahterakan. sebab jika mereka terpuruk secara ekonomi anak sekolah juga bisa terabaikan. “perjuangkan hak pengajar dan hak pendidikan,” pesan Aryanto kepada pengurus DPD Jabar LSM Pendidikan Noorwangsanegara.

misi juang LSM Pendidikan Noorwangsanegara disambut baik juga oleh Anggota Komisi II DPR RI, Ir. H. Sodiq Mujahid, M.Sc pada kesempatannya mengharapkan bagi pemerintah yang modern untuk memahi dan menanggapi masyarakat yang lebih mandiri. apalagi,sangat wajar jika di tingkatkan perhatiannya terhadap pendidikan komprehensif dan politik sebagai acuan keberlangsungan bersosial. adapun masyarakat mandiri yang bergelut dalam bidang pendidikan jangan hanya ‘Tukcing’ Dibentuk lalu Cicing [diam] berjuanglah sesuai yang kalian tahu. suarakan seperti yang dialami, tegas Ir. H. Sodiq Mujahid, M.Sc berharap.

disela usai acara Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pendidikan Noorwangsanegara Andi Nenie Srilestari, S.Pd, M.Si bahwa ada program sekolah anak jalanan di kota bandung yang lagi dijalankan. selain itu, perjuangan kami dalam memerangi narkoba, sengaja dengan membuat film anti narkoba.

disamping itu banyak yang akan kami lakukan dalam masa masa sulit ini. pasalnya, anak harus bisa sekolah tanpa ada beban biaya yang harus dikeluarkan orangtua, para guru yang harus dibela haknya, kebijakan pemerintah yang terus di monitor dan dikontrol terkait pendidikan. bentuk kepedulian ini, yang akan direalisasikan, ungkap Andi Nenie yang dijumpai saat berbincang dengan DPD Kota Bogor mengenai fenomena pendidikan bahasa asing.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *