Tanggapan Masyarakat dengan Keputusan Pemerintah Jawa Barat Tentang Sanksi Tidak Pake Masker Kena Denda.

Bandubgrayanews.com/ Orang Bandung Jawa Barat mengedukasi warga dengan pendisiplinan gunakan masker di tempat umum adalah kebijakan yang perlu diapresiasi. Warga wajib menta’ati.

Tapi dengan embel embel denda maksimal Rp 150 ribu, rasanya kebijakan itu menjadi kurang bijak.

Tidak sepantasnya, nyaris tak populis. Alih-alih mengedukasi untuk mendisplinkan warga, malah menuai “nyinyir”.

Tidakkah lebih elok, bahkan cukup dengan sanksi sosial. Sebutlah menyapu, memungut sampah atau sekadar “push up” dan serupa itu. Justru lebih punya nilai edukasi, pun “enjoy”.

Memberlakukan denda, betapa pun itu tahapan akhir — mengesankan ingin mengutip uang rakyat. Tak patut, justru warga kebanyakan sdg sekarat secara ekonomi. Pun sebaliknya, seolah mengabarkan — APBD Jabar dlm posisi sekarat. Pemprov Jabar cenderung “kolaps”. Pingsan.

Dalam masa pandemi Covid-19, pemerintah di semua jenjang — dituntut bertanggungjawab. Tak kecuali penyediaan masker gratis. Bila harga masker rerata Rp 5rb, maka thd 50 juta penduduk — cukup dg alokasi anggaran Rp 250 milyar. Bukan jumlah yg besar untuk urusan pencegahan pandemi yg mendunia itu.

Bagi warga tidak Bermasker di tempat umum, cukup disanksi sosial sepantasnya. Lantas diberi masker (gratis). Selesai urusan. Tidak usah neko-neko, Bapak Gubernur.” (Mr)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *